RSS

contekan wirus part 3

17 May

Desain dan Kemasan Produk:

Sumber: Departemen Perdagangan RI, 2007).

Dua buah produk dengan ongkos produksi yang sama dapat memiliki harga jual yang berbeda dikarenakan oleh perbedaan desain.

Kerjasama dengan pembeli dapat menjadi hal yang sangat menguntungkan. Dan selera market sesuai dengan area, secara umum untuk produk tertentu:

  • Daerah Skandinavia menyukai produk dengan garis sederhana warna monochrome.
  • Daerah Timur Tengah menyukai produk dengan warna cerah dan paduan kontras.
  • Daerah Eropa Selatan menyukai kombinasi hangat dengan desain yang hidup.
  • Daerah Amerika menyukai warna cerah, hangat dan terlihat mewah.
  • Daerah Asia Timur (Jepang, Korea)_ menyukai warna hangat, ke arah warna bumi, dan bercorak sederhana kecil-kecil.

Kemasan:

Untuk produk tertentu, kemasan adalah hal yang dilihat pertama kali sebelum melihat produk itu sendiri. Seringkali keputusan/ketertarikan untuk membeli ditentukan dari kemenarikan kemasan. Kemasan sama pentingnya dengan kualitas produk, kemasan yang baik menciptakan suatu dorongan membeli.

v  Kemasan yang baik memiliki karakteristik:

  • Cukup kuat untuk melindungi produk dalam pengiriman
  • Menarik pembeli untuk membeli
  • Murah (penting) tidak secara signifikan meningkatkan harga jual.

Sumber: Pelatihan Teknik Pemasaran & Kemasan Produk, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, Badan Pengembangan Ekspor Nasional (PPEI/IETC) kerjasama dengan PT. Bank Mandiri. Bandung, 5-6 Nopember 2007.

  • Mutu produk = isi + kemasan
  • Kemasan harus dapat melindungi isi dengan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
  • Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan
  • Labeling harus jelas dan komplit.
  • Bahan kemasan harus ramah lingkungan.

v  Fungsi kemasan:

  1. Fungsi perlindungan: kemasan harus dapat menjaga produk tetap bersih, terlindung dari kotoran dan kontaminasi, pelindung produk dari kerusakan fisik, perubahan kadar air dan penyinaran.
  2. Fungsi penanganan: kemudahan dalam membuka atau menutup, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan dan distribusi, efisien dan ekonomis dan aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma dan standar yang ada, mudah dibuang dan mudah dibentuk atau dicetak.
  3. Fungsi pemasaran; kemasan menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik dan penampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan. Suatu kemasan haruslah dapat memberikan kesan (identitas dan warna), legislasi (keamanan pangan untuk produk pangan), harga. Rancangan kemasan ditentukan oleh karakteristik produk, proses produksi, harga produk, jalur distribusi, produk pesaing, sasaran pasar, promosi dan order. Strategi kreasi desain kemasan memanfaatkan unsur warna, ilustrasi, bentuk, merk/logo, tifografi dan tata letak.

v  Jenis kemasan:

  1. Kemasan primer, adalah kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relatif kecil dan biasa disebut dengan kemasan eceran. Contoh; kantong plastik gula, kripik, kemasan sachet untuk deterjen, sampo, cup untuk air minum.
  2. Kemasan sekunder, adalah kemasan kedua yang berisi sejumlah kemasan primer. Kemasan ini tidak kontak langsung dengan produk yang dikemas. Contoh; kemasan karton untuk air minum dalam kemasan, kemasan krat kayu untuk sirup, krat plastilk untuk minuman dalam botol.
  3. kemasan tersier, adalah kemasan yang banyak diperuntukkan sebagai kemasan transport. Contoh: kontainer dan kotak karton gelombang.

v  Bahan Kemasan:

1. Kemasan logam, bagus tapi mahal, baik bahan kemasan dan alatnya. Cocok untuk produk mahal dan skala usaha agak besar.

2. kemasan gelas, sifatnya tidak bereaksi dengan bahan yang dikemas, tahan terhadap sifat asam dan basa. Kekurangannya mudah pecah dan bobotnya relatif berat.

3. kemasan plastik, sifatnya ringan, relatif murah, hanya masa simpan relatif singkat dibanding dengan kaleng. Di Uni Eropa dan Amerika, plastik diberi kode berupa angka 1 s/d 7 di dalam segitiga-segitiga yang diberi tanda panah. Tanda segitiga menunjukkan plastik dapat di daur ulang.

Tabel 1. Kode plastik yang berlaku di Amerika dan Uni Eropa

Uni Eropa Amerika Serikat
Polyethylene Terephtalate 01 PET 1 PETE
High-density Polyethylene 02 PE-HD 2 HDPE
Polyvinyl Chloride 03 PVC 3 V
Low-density polyethylene 04 PE-LD 4 LDPE
polypropylene 05 PP 5 PP
Polystyrene 06 PS 6 PS
other 07 O 7 other
  • Polyethylene dapat dibagi atas tiga grup yaitu:

-LDPE : Low Density Polyethylene. Banyak digunakan untuk pembuatan kantong plastik dan mudah direkatkan dengan cara dipanaskan.

-MDPE : Medium Density Polyethylene. Lebih kaku dari LDPE ataupun MDPE.

-HDPE : High Density Polyethylene. dapat bertahan pada temperature sampai 120 oC. Di warung atau restoran kantong HDPE banyak digunakan untuk kemasan bakso, gulai atau bubur panas.

PE mempunyai sifat penahan uap air yang baik, tetapi kekurangannya PE mempunyai transmisi O2 dan CO2 cukup tinggi dan kurang tahan terhadap minyak dan lemak karena akan gampang tengik.

  • Polypropylene- PP, permeabilitas uap air rendah jadi cocok untuk produk kering, dapat juga untuk mengemas makanan panas.
  • Polystyrene (PS) sangat transparan, kelemahannya mudah pecah, dan bukan barrier yang baik terhadap uap air dan gas. Fungsi PS contohnya untuk kotak makanan jadi, kemasan kosmetik, mangkok minum di pesawat udara dan kemasan kaset.
  • Expanded polystyrene (EPS). Dalam bentuk pellet banyak digunakan sbg peredam kejut untuk mesin-mesin atau peralatan yang mudah pecah. Juga kemasan POP mie dan sbg alas untuk buah buahan, daging dan ikan di swalayan.
  • Polyethylene Terephalate (Polyester) – PET. Sangat transparan dan ulet/kuat serta tidak tahan panas. Sebagai botol banyak digunakan sebagai kemasan air minum. Sebagai film banyak digunakan sbg kemasan makanan seperti saus cabe, saus tomat da n makanan siap saji. Untuk kemasan ABRI digunakan PET karena dapat direbus untuk memanaskannya. PET sebagai pengganti PVC.
  • Polyvinyl Chloride (PVC) sifat barrier yang baik dan tahan terhadap lemak dan minyak. Kemasan thermoform PVC digunakan untuk margarine, obat-obatan, kue. Kemasan soft PVC untuk buah-buahan, ikan, daging dengan kombinasi alas dari EPS.
  • Polyvinylidene Chloride (PVDC) merek dagangnya saran. Di negara maju untuk kemasan daging dengan komposisi PE/PVDC/PE.
  • Cellophane. cukup aman untuk kesehatan, penggunaannya sangat terbatas karena banyak pembatasan dari negara-negara maju. Erat kaitan dg bahan baku nya dari kayu. Cellophane MSAT (moisture proof, heat-sealable, anchored dan transparent. Agar mudah di seal cellophane biasanya di coating denganPVDC.

4. kemasan kertas, seperti karton gelombang, karton dupleks, kertas hvs, kraft, tisue, kertas yang dicoating (art paper, cast coated paper).

5. kemasan fleksibel, Terdiri Dari Lapisan 2 Bahan Kemasan, Dg Gabungan Sifat (+)Nya

v  Contoh Jenis Mesin Kemasan:

  1. Mesin hand sealer
  2. Mesin pedal sealer
  3. Mesin cup sealer penutup gelas plastik
  4. Mesin shrink aneka produk
  5. Mesin wrapping
  6. Mesin pemberi kode kadaluwarsa dan kode produksi
  7. Mesin continer sealer
  8. Mesin pengemas vakum

untuk mendownload versi pdf nya silahkan download disini

 
2 Comments

Posted by on May 17, 2012 in kewirausahaan

 

2 responses to “contekan wirus part 3

  1. Opan

    September 4, 2013 at 6:59 am

    Hatur nuhun!

     
    • yanzero23

      November 8, 2013 at 12:16 pm

      maneh masih wirus pan..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: